This is Me Taking Back Control of My Life (Part 2)

Selamat pagi dunia..!! kali ini saya menulis dengan bahasa Indonesia, awal menulis blog ini sebenarnya saya terpikir untuk menulis semua post dalam bahasa inggris. Tapi setelah dipikir-pikir lagi tidak ada salahnya juga pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi ada alasan yang lebih jujur lagi.. ya menulis dengan bahasa Indonesia terasa lebih jujur mengungkapkan isi hati dan pikiran, tp bukan berarti post yang berbahasa inggris itu tidak jujur yah..

Baiklah, seperti judul di atas post kali saya akan bercerita tentang apa saya yang sudah terjadi dan sudah saya lakukan sejak hari pertama tahun baru kemarin, untuk berusaha mengubah hidup menjadi lebih baik. Dan yang bisa saya katakan untuk saat ini adalah : Berubah untuk jadi lebih baik itu benar-benar tidak mudah, tapi bukan hal yang tidak mungkin.

Masa-masa bulan madu..

Januari ini dan mungkin sampai akhir maret nanti akan menjadi masa “bulan madu” bagi saya, kenapa ? karena selama bulan Januari kemarin saya cukup senang dengan rutinitas2 baru saya, hal yang paling mencolok adalah saya banyak membaca buku, mulai dari The wealthy freelancer, Young on top, Your job is not your career, career coach, tentang sedekah (The miracle of giving), dan juga beberapa blog orang-orang yang saya kagumi secara pribadi dan kesuksesan dalam karirnya. Pada post selanjutnya saya akan membahas satu persatu tentang buku-buku yang sudah saya baca tersebut.

Yang ingin saya katakan adalah membaca bisa jadi obat yang ampuh untuk rehat dan mengalihkan perhatian atau kegelisahan-kegelisahan yang ada dipikiran saya tentang hidup, dan masa depan. Mungkin hal-hal positif yang seperti ini yang harus banyak saya lakukan selama masa “bulan madu”, supaya saya terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan positif dimasa depan.

Januari antara sedih dan senang

Saya membaca buku Your Job Is Not Your Career yang ditulis sama Rene Suhardono, yang mendefinisikan bahwa pekerjaan bukanlah karir kita, perkerjaan adalah milik perusahaan tempat kita bekerja dan ketika suatu saat kita sudah tidak berkerja disitu lagi maka kita tidak akan menjadi apa-apa setelah itu. Tapi karir, berkaitan dengan passion yang ada dalam diri kita, apa yang kita senangi, dan cita-cita dalam diri kita sendiri tentang apa dan bagaimana seharusnya diri kita hidup dan bekerja.

Saya membaca buku tersebut tepat disaat saya merasa benar-benar jenuh dengan pekerjaan saya sebagai Fulltime Web Designer yang bekerja dari rumah dan terus-menerus menatapi monitor laptop 8 jam sehari, 6 kali seminggu dan hal itu sudah berjalan selama 9 bulan sejak saya pertama kali lulus kuliah bulan Mei 2010 kemarin. Awalnya saya pikir ini adalah pekerjaan impian, bayangkan saja, saya melamar melalui jobsDB.com sebuah lowongan creative web designer, tidak berapa lama bos perusahaan tersebut mengirim email mengatakan tertarik dengan portfolio saya dan langsung menerima saya kerja diperusahaannya, tidak perlu masuk kantor, kerja bisa dari kamar kosan, pekerjaan semuanya dilakukan secara remote online melalui internet, bekerja dengan agency dan team orang-orang bule dari Australia, gaji bulanan yang lumayan lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkerjaan konvensional kantoran lain. Tapi 9 bulan menjalani pekerjaan ini dampak negatif mulai timbul, berat badan saya naik tidak terkontrol, minus mata saya yang rabun jauh naik hingga -2 dan cylinder -1, kehidupan sosial menjadi terabaikan, sadar saya tidak bisa menabung dari gaji yang saya dapatkan (ntah kemana semua uang itu saya habiskan), belum lagi project manajer baru saya orang bule Australia suka ngasih instruksi pekerjaan yang tidak jelas kerjanya marah-marah terus (malah saya balik marah ke dia kalau sudah kelewat batas), oia 1 hal orang bule itu tidak selalu pintar, saya sudah membuktikan bule itu kadang-kadang juga bego’ :).

Dan akhirnya  tanggal 22 Januari saya ambil keputusan untuk mengakhiri pekerjaan saya sebagai fulltime web designer di perusahaan tersebut, karena bosan dan jenuh, dan sadar bahwa pekerjaan di perusahaan tersebut bukanlah karir saya, saya hanya bekerja karena butuh uang, dan tidak benar-benar senang dengan pekerjaan itu. Saya sadar kalau saya bertahan akan sangat tidak fair dengan diri saya sendiri, dan juga tidak fair bagi perusahaan itu yang sudah membayar saya tapi pekerjaan yang saya lakukan lama-lama makin tidak maksimal. Entah saya harus senang atau sedih dengan hal ini, satu sisi saya senang karena bebas dari beban pikiran, dan satu sisi saya sedih tidak punya sumber pendapatan lagi. Tapi ya sekali lagi buku Rene Suhardono membuat saya sadar bahwa semua orang memiliki masa-masa seperti ini dalam karir atau pekerjaanya dan saya tidak boleh menyerah.

Setelah itu saya mendapat kabar bahwa beberapa teman sudah mendapatkan pekerjaan setelah sekian lama menanti dan melamar sana sini, saya cuma bisa mendoakan mereka senang dan mencintai pekerjaannya dan bisa membangun karir yang benar-benar mereka inginkan, tidak hanya sekedar bekerja dan mendapatkan gaji.

Campur Tangan Tuhan

Mungkin memang tuhan benar-benar membuka dan mempermudah jalan kehidupan bagi saya. 1 minggu sebelum saya memutuskan berhenti dari pekerjaan saya, seorang teman mengabarkan bahwa ada tawaran untuk mengerjakan proyek website sebuah Event Organizer, yang sedang mengerjakan proyek event besar pada April 2011 yang clientnya merupakan sebuah instansi terkemuka di Indonesia berskala nasional dan nantinya akan dihadiri oleh pengusaha dan pejabat nasional, dibuka dan diresmikan oleh Presiden SBY, serta akan dilaksanakan di salah satu hotel terkenal di Makassar. Tanpa pikir-pikir panjang lansung saya terima pekerjaan tersebut, dan benar-benar berharap ini bisa jadi titik awal yang positif bagi usaha konsultan media online yang saya beri nama <boegisMedia /> yang sudah saya cita-citakan sejak lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s