Goal Setting Made (Very) Easy

Ada banyak hal menarik dari buku yang saya baca berjudul “The Wealthy Freelancer“. Salah satunya adalah Penulis Pete Savage membagi panduan praktis tentang “goal-setting exercise” untuk memberikan gambaran jelas tentang apa yang anda inginkan dalam hidup.

Terdiri dari 3 langkah, yaitu :

  1. Bayangkan hari ideal untuk anda.
  2. Bandingkan hari ideal anda dengan kondisi saat ini.
  3. Buat prioritas dan ambil tindakan.

Hal ini sama persis dengan pelajaran paling saya ingat dari dosen pembimbing saya saat kuliah. Untuk memperoleh gambaran utuh dan memberi solusi tentang suatu masalah harus diurai menjadi : 1) Bagaimana kondisi idealnya, 2) Bagaimana kondisi eksistingnya, dan 3) Bagaimana ekspektasi stakeholdernya untuk menyelesaikan masalah.

Saya akan mencoba menulis versi saya dalam konteks produktifitas tidak hanya dari segi pekerjaan tapi role saya sebagai seorang anak, kepala rumah tangga, seorang muslim.

Hari yang ideal untuk saya

Ini pengalaman yang menyenangkan buat saya karena yang diperlukan hanya imajinasi dan pengalaman. Pertanyaan besarnya adalah : Jika anda bisa membuat sebuah hari kerja yang ideal, kira-kira jadinya akan seperti apa? Beginilah versi saya :

  1. Membiasakan diri bangun tidur jam 3 subuh untuk mandi dan shalat tahajjud.

  2. Mengerjakan beberapa to-do list yang membutuhkan konsentrasi dan ketenangan dan berangkat shalat subuh berjamaah di mesjid terdekat dengan membaca astagfirullah dan sepulangnya membaca alhamdulillah sepanjang jalan.

  3. Opsi untuk mengisi sisa waktu di pagi hari : 30 menit membaca buku, review mindmap dan menyusun daftar rencana bacaan. Atau 30 menit morning ride (sepedaan).
  4. Sarapan dan mengantar isteri ke kantor. Setelah itu mengunjungi co-working space, di makassar ada Regus Grahapena, memanfaatkan business lounge untuk bekerja menyelesaikan to-do list proyek klien untuk beberapa jam. Diakhiri dengan shalat dhuha 2 rakaat.
  5. Visit onsite support, submit, dan follow up ke kantor klien. Pulang ke rumah mengurus keperluan orangtua/rumah/keluarga. Istirahat tidur siang dan makan siang di rumah. Berangkat shalat dhuhur berjamaah di mesjid terdekat dengan membaca astagfirullah dan sepulangnya membaca alhamdulillah sepanjang jalan.
  6. Melanjutkan melayani tiket support atau request yang ada di email, telegram, dan whatsapp. Blog walking, mailing list, menulis tutorial/blog, belajar course online.
  7. Shalat ashar berjamaah di mesjid terdekat dengan membaca astagfirullah dan sepulangnya membaca alhamdulillah sepanjang jalan. Dilanjutkan dengan jalan-jalan ke mall atau toko hardware.
  8. Jemput isteri di kantornya atau drop-off pointnya. Shalat magrib berjamaah di mesjid terdekat dengan membaca astagfirullah dan sepulangnya membaca alhamdulillah sepanjang jalan.
  9. Kencan dengan isteri, nongkrong sambil ngobrol-ngobrol tentang kerjaan dan jualan onlinenya hari ini.
  10. Shalat isya berjamaah di mesjid terdekat dengan membaca astagfirullah dan sepulangnya membaca alhamdulillah sepanjang jalan. Makan malam, ngobrol dengan orangtua tercinta, nonton televisi bersama. Dan pilowtalk dengan isteri.

Well, that great feeling i had, setelah mengarang indah ini ada kepuasan tersendiri lega rasanya melewati 1 hari yang ideal dan sempurna walaupun hanya imajinasi. Tapi ini jadi guide yang benar-benar jelas, saya sadar sepenuhnya bahwa 1 hari itu jika saya rencanakan dengan baik maka akan jadi hari yang sangat produktif.

Disetiap poin itulah disisipkan effort/aktifitas apa yang perlu dilakukan untuk setiap tujuan yang ingin dicapai, pekerjaan yang ingin diselesaikan. Tidak harus 1 hari ideal, saya rencanakan juga untuk liburan yang ideal, masa menjadi orang tua yang ideal, masa tua yang ideal.

Sering kali jika hanya ada dipikiran saja tanpa ada action plan yang tertulis malah jadi buyar dan 1 hari dilewati begitu saja tanpa sadar apa hal yang penting dan terlewat dalam hal ibadah, pekerjaan dan relationship dengan keluarga.

Perbandingan hari ideal dengan kondisi saat ini

Beberapa hari berikutnya saya melakukan revisi mengatur urutan waktu, menghilangkan beberapa hal, dan menambahkan beberapa.

Ini artinya saya mengembangkan visi yang semakin jelas tentang bagaimana saya ingin menghabiskan waktu yang saya punya dengan benar. Terlihat jelas perbedaannya apa yang seharusnya lakukan, apa yang seharusnya tidak perlu dilakukan.

Prioritas dan tindakan

Setelah dua langkah sebelumnya memang saya jadi kepikiran banyak ide, catatan, tugas, rencana project dan hal baru yang ingin saya capai. Semuanya saya susun dalam sebuah daftar to-do list.

Tahap berikutnya ini tinggal menyusun prioritas mana yang harus didahulukan dan menentukan deadline. Agar lebih mudah saya tentukan semacam mini timeline, misal tiga tahun dari sekarang? sepuluh tahun dari sekarang? Mana yang bisa diselesaikan dihari? diakhir bulan ini? ditahun ini? tahun depan? dan seterusnya.

#LifeisSimple

This is your life. Do what you love and do it often. If you don’t like something, change it. If you don’t like your job, quit. If you don’t have enough time, stop watching tv.

If you are looking for the love of your life, stop. They will be waiting for you when you start doing things you love. Stop over analyzing. Open your mind, arms, and heart to new things and people. We are united in our differences. Some opportunities only come once, sieze them.

Travel often, getting lost will help you find yourself. All emotions are beautiful. When you eat appreciate every last bite. Ask next person you see what their passion is. Share your inspiring dream with them. Life is about people you meet, and the things you create with them. Go out there and create something, life is short. Live your dream, and share your passion.

This is Me Taking Back Control of My Life (Part 2)

Selamat pagi dunia..!! kali ini saya menulis dengan bahasa Indonesia, awal menulis blog ini sebenarnya saya terpikir untuk menulis semua post dalam bahasa inggris. Tapi setelah dipikir-pikir lagi tidak ada salahnya juga pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi ada alasan yang lebih jujur lagi.. ya menulis dengan bahasa Indonesia terasa lebih jujur mengungkapkan isi hati dan pikiran, tp bukan berarti post yang berbahasa inggris itu tidak jujur yah..

Baiklah, seperti judul di atas post kali saya akan bercerita tentang apa saya yang sudah terjadi dan sudah saya lakukan sejak hari pertama tahun baru kemarin, untuk berusaha mengubah hidup menjadi lebih baik. Dan yang bisa saya katakan untuk saat ini adalah : Berubah untuk jadi lebih baik itu benar-benar tidak mudah, tapi bukan hal yang tidak mungkin.

Masa-masa bulan madu..

Januari ini dan mungkin sampai akhir maret nanti akan menjadi masa “bulan madu” bagi saya, kenapa ? karena selama bulan Januari kemarin saya cukup senang dengan rutinitas2 baru saya, hal yang paling mencolok adalah saya banyak membaca buku, mulai dari The wealthy freelancer, Young on top, Your job is not your career, career coach, tentang sedekah (The miracle of giving), dan juga beberapa blog orang-orang yang saya kagumi secara pribadi dan kesuksesan dalam karirnya. Pada post selanjutnya saya akan membahas satu persatu tentang buku-buku yang sudah saya baca tersebut.

Yang ingin saya katakan adalah membaca bisa jadi obat yang ampuh untuk rehat dan mengalihkan perhatian atau kegelisahan-kegelisahan yang ada dipikiran saya tentang hidup, dan masa depan. Mungkin hal-hal positif yang seperti ini yang harus banyak saya lakukan selama masa “bulan madu”, supaya saya terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan positif dimasa depan.

Januari antara sedih dan senang

Saya membaca buku Your Job Is Not Your Career yang ditulis sama Rene Suhardono, yang mendefinisikan bahwa pekerjaan bukanlah karir kita, perkerjaan adalah milik perusahaan tempat kita bekerja dan ketika suatu saat kita sudah tidak berkerja disitu lagi maka kita tidak akan menjadi apa-apa setelah itu. Tapi karir, berkaitan dengan passion yang ada dalam diri kita, apa yang kita senangi, dan cita-cita dalam diri kita sendiri tentang apa dan bagaimana seharusnya diri kita hidup dan bekerja.

Saya membaca buku tersebut tepat disaat saya merasa benar-benar jenuh dengan pekerjaan saya sebagai Fulltime Web Designer yang bekerja dari rumah dan terus-menerus menatapi monitor laptop 8 jam sehari, 6 kali seminggu dan hal itu sudah berjalan selama 9 bulan sejak saya pertama kali lulus kuliah bulan Mei 2010 kemarin. Awalnya saya pikir ini adalah pekerjaan impian, bayangkan saja, saya melamar melalui jobsDB.com sebuah lowongan creative web designer, tidak berapa lama bos perusahaan tersebut mengirim email mengatakan tertarik dengan portfolio saya dan langsung menerima saya kerja diperusahaannya, tidak perlu masuk kantor, kerja bisa dari kamar kosan, pekerjaan semuanya dilakukan secara remote online melalui internet, bekerja dengan agency dan team orang-orang bule dari Australia, gaji bulanan yang lumayan lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkerjaan konvensional kantoran lain. Tapi 9 bulan menjalani pekerjaan ini dampak negatif mulai timbul, berat badan saya naik tidak terkontrol, minus mata saya yang rabun jauh naik hingga -2 dan cylinder -1, kehidupan sosial menjadi terabaikan, sadar saya tidak bisa menabung dari gaji yang saya dapatkan (ntah kemana semua uang itu saya habiskan), belum lagi project manajer baru saya orang bule Australia suka ngasih instruksi pekerjaan yang tidak jelas kerjanya marah-marah terus (malah saya balik marah ke dia kalau sudah kelewat batas), oia 1 hal orang bule itu tidak selalu pintar, saya sudah membuktikan bule itu kadang-kadang juga bego’ :).

Dan akhirnya  tanggal 22 Januari saya ambil keputusan untuk mengakhiri pekerjaan saya sebagai fulltime web designer di perusahaan tersebut, karena bosan dan jenuh, dan sadar bahwa pekerjaan di perusahaan tersebut bukanlah karir saya, saya hanya bekerja karena butuh uang, dan tidak benar-benar senang dengan pekerjaan itu. Saya sadar kalau saya bertahan akan sangat tidak fair dengan diri saya sendiri, dan juga tidak fair bagi perusahaan itu yang sudah membayar saya tapi pekerjaan yang saya lakukan lama-lama makin tidak maksimal. Entah saya harus senang atau sedih dengan hal ini, satu sisi saya senang karena bebas dari beban pikiran, dan satu sisi saya sedih tidak punya sumber pendapatan lagi. Tapi ya sekali lagi buku Rene Suhardono membuat saya sadar bahwa semua orang memiliki masa-masa seperti ini dalam karir atau pekerjaanya dan saya tidak boleh menyerah.

Setelah itu saya mendapat kabar bahwa beberapa teman sudah mendapatkan pekerjaan setelah sekian lama menanti dan melamar sana sini, saya cuma bisa mendoakan mereka senang dan mencintai pekerjaannya dan bisa membangun karir yang benar-benar mereka inginkan, tidak hanya sekedar bekerja dan mendapatkan gaji.

Campur Tangan Tuhan

Mungkin memang tuhan benar-benar membuka dan mempermudah jalan kehidupan bagi saya. 1 minggu sebelum saya memutuskan berhenti dari pekerjaan saya, seorang teman mengabarkan bahwa ada tawaran untuk mengerjakan proyek website sebuah Event Organizer, yang sedang mengerjakan proyek event besar pada April 2011 yang clientnya merupakan sebuah instansi terkemuka di Indonesia berskala nasional dan nantinya akan dihadiri oleh pengusaha dan pejabat nasional, dibuka dan diresmikan oleh Presiden SBY, serta akan dilaksanakan di salah satu hotel terkenal di Makassar. Tanpa pikir-pikir panjang lansung saya terima pekerjaan tersebut, dan benar-benar berharap ini bisa jadi titik awal yang positif bagi usaha konsultan media online yang saya beri nama <boegisMedia /> yang sudah saya cita-citakan sejak lama.

This is Me Taking Back Control of My Life

My desktop time shows 12:01 AM on first day in 2011 when i started to write this post. I laid on my bedroom, listen to the crowd people outside my house and the fireworks explosions. I don’t even intend to get out and see those colorfull flame on the sky all over Makassar city. Many things suddenly popup of my head, splash out more than those fireworks. Well many things happened last year, being together with great friends in Bandung, graduated from my college, got my first official job, broke up with my girlfriend, still cannot change conditions in my family for many years ago, and a lot of thoughts related to (my future, career, family, ideal life).

Big question for me in the end of 2010 is, “What i have done for my self, for my parents, for my family, for my friends, for anything around me ?” And the answer that crossed on my mind is nothing. And what worries me is the fact that the only thing i do care about is the fact that i can’t care about anything. What could be worse than this ? I feel like i don’t have control on my own life.

But thanks God at least i still worry about it, and i don’t want to be like this again for next years, i want to change by using this new year momentum. Yes, i know this sounds cliché, at least to my self because i said i want to change every years ago but then again and again it’s only a words came out from my mouth and still ended up with nothing happen until the next years. This is the reason why i want to have blog started from the end of 2010 and actively writing the posts, so i can keep track on all my plan and goals that i have made, and be consistent to really do make it happen. I learned this simple thing of writing down a set of plan/goal daily, weekly, or yearly from a friend of mine, she always bring her green/yellow notes and write all her to do list on it, my friends called the notebook as a “holy sacred book”. Well i can tell that works very well, i can see she always be good on anything she did (well done and on time) and finally i realize it’s not easy to be her.

Okay then, to make it looks more serious.. let’s call this “Andi Rahmat Taking Back Control of His Life Project 2011”. Hha, sounds great! This time i’m serious, finally i have something to fight for and for the first time of my life i really know what i want to do with my life. Wish me luck, and may Allah SWT bless me..

With humble I started this new year by saying:

بسم الله الرحمن الرحيم
bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi’
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

Happy new year everyone!!

Hello world!!

Okay! here is the thing.. I’m not really good on writing, but let me just give it a try.

You may find the post that i share here as related to Self-Improvement, Productivity Improvement,  Business Management, Internet Marketing, Ecommerce and Open Source Project. I will also share some serious content about my interest in working as freelancer and entrepreneur. Well don’t judge me, because age demands.

But if it still get you bored, how about drama or movie that i like to watch, tv series, video clips, picture and any other things related to japan or korea. Yes, i know what you think, i embarassed myself for letting you know that i occasionally watch these kind of things, but i can’t help falling in love with those cute oriental girls.

If you find the posts you like or at least has benefit for you, i will glad to have your comment or feedback.